Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi

Oleh: Bpk. Yudi N. Ihsan

Al-Qur’an merupakan mu’jizat terbesar sepanjang masa. Pertamakali dibukukan di jaman Khalifah Abu Bakr, lalu pembukuannya disempurnakan di jaman Khalifah Umar bin Khathab. Sedangkan di jaman Khalifah Utsman mulai ditetapkan bentuk hurufnya serta diperbanyak sehingga dikenal istilah Rosam Utsmani. Ilmu tata bahasa al-Qur’an (nahwu dan sharaf) mulai diperkenalkan di jaman khalifah Ali bin Abi Thalib.

Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah memungkinkan penafsirannya yang terus berkembang dan selalu up to date. Salah satu contohnya adalah yang terdapat di dalam surat Ar-Ra’du (13) ayat 15.

Dan hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) “Man” yang ada di langit dan di Bumi, baik dengan kemauan sendiri (taat), ataupun terpaksa, begitupula bayang-bayangnya (ikut sujud) di pagi dan petang hari (QS 13:15).

Ayat tersebut menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi. Lalu siapakah yang dimaksud “Man” di dalam ayat ini?

1. Di dalam tata bahasa al-Qur’an (arab) “Man” menunjukan makhluk yang diberi akal. Sedangkan makhluk berakal yang diciptakan Allah swt ada 4, yaitu: Malaikat, Iblis, Jin, dan Manusia. Oleh sebab itu makhluk-makhluk lain seperti binatang, tumbuhan, atau benda mati tidak bisa disebut “Man” tetapi disebut “Maa”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka “Man” bermakna “Siapa” dan “Maa” bermakna “Apa”.

2. Ciri-ciri “Man” yang dimaksud di dalam ayat di atas adalah:
a) Sujud dengan taat kepada Allah;
b) Sujud dengan terpaksa kepada Allah; dan
c) Memiliki bayang-bayang.
Ayat tersebut berbunyi: Walillahi yasjudu Man fi ssamaawaati wal ardhi, jika diterjemahkan menjadi: Dan kepada Allah “Man” di langit dan di Bumi bersujud/beribadah. Itu bunyi paraghraf pertama dari ayat tersebut. Paraghraf ini menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi yang bersujud/beribadah kepada Allah. Lalu dilanjutkan dengan kalimat: Thou’an wa karhan wa dzilaluhum…., jika diterjemahkan menjadi: Taat, dan terpaksa, dan bayang-bayang mereka…… Paraghraf ini menjelaskan cirri-ciri “Man” yang dimaksud pada paraghraf pertama. Bahwa sujud/ibadahnya si “Man” yang dimaksud di atas kadang kala taat, kadang terpaksa, dan mereka memiliki bayang-bayang.

3. Perlu diketahui lagi bahwa kata As-samaawaati pada ayat tersebut berbentuk jamak. Sehingga menjadi petunjuk bahwa “Man” yang berada di luar planet Bumi akan tersebar di banyak planet lain.

3. Jika melihat ciri-ciri tersebut diatas maka tidak mungkin yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Malaikat, karena Malaikat selalu patuh kepada Allah, tidak pernah terpaksa, dan tidak memiliki bayang-bayang.

4. Juga tidak mungkin yang maksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Iblis, karena Iblis tidak pernah taat kepada Allah serta tidak memiliki bayang-bayang.

5. Dan tidak mungkin pula yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Jin. Walaupun ada Jin yang taat dan terpaksa, tetapi Jin tidak memiliki bayang-bayang.

6. Maka yang dimaksud dengan “Man” pada ayat tersebut adalah makhluk seperti manusia. Yaitu mahkluk yang kadang kala taat, atau terpaksa serta memiliki bayang-bayang. Oleh sebab itu, ayat tersebut menjadi petunjuk adanya makhluk berakal seperti manusia di luar planet Bumi.

Disamping “Man”, di luar planet Bumi pun Allah swt pun menciptakan “Maa” dari kelompok binatang melata. Sebagaimana firman Allah swt di dalam surat An-Nahl (16) ayat 49.

Dan hanya kepada Allah-lah sujud “Maa” yang melata yang ada dilangit dan “Maa” yang melata yang ada di Bumi. Dan para Malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri. (QS 16:49).

Ayat tersebut menjelaskan adanya “Maa” dan “Malaikat” di langit dan di Bumi yang selalu sujud kepada Allah serta tidak sombong. Pada ayat ini tidak ada istilah terpaksa, sebagai bukti bahwa Malaikat dan “Maa” selalu sujud dengan taat kepada Allah swt.

Mengakhiri pembahasan tentang makhluk di luar Bumi maka silahkan simak firman Allah swt di dalam surat Asy-Syura (42) ayat 29.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah menciptakan langit dan Bumi dan “Maa” yang melata yang Ia sebarkan pada keduanya. DAN IA MAHA KUASA UNTUK MENGUMPULKAN (MEMPERTEMUKAN) SEMUANYA (MAKHLUK LANGIT DAN BUMI) APABILA IA BERKEHENDAK (QS 42:29).

Ayat tersebut menjadi petunjuk adanya kemungkinan pertemuan (interaksi) antara manusia yang ada di langit dengan manusia yang ada di Bumi bahkan kemungkinan saling berjodoh, tentunya jika Allah swt sudah berkehendak. Wallahu a’lam bishowab.

Tinggalkan komentar

32 Komentar

  1. info yang menarik…

    kunjungi juga :

    ALIEN, Semesta Alam dan Ayat-Ayat Al Qur’an ?

    http://kanzunqalam.wordpress.com/2012/02/13/alien-semesta-alam-dan-ayat-ayat-al-quran/

    Balas
  2. Mohon izin untuk re-post di blog saya: http://ufosiana.blogspot.com/, untuk dokumentasi tulisan mengenai keberadaan UFO dari sudut pandang Islam. Terimakasih.

    Balas
  3. zu bin zain

     /  24.02.2012

    tulisan yang menarik..izin cp…
    Pengulasannya bisa di mengeri oleh orang awam seperti saya…
    Maha Besar Allah atas segala ciptaannya.
    Info yng sangat menarik untuk di bahas.
    Terimakasih banyak.
    semoga Allah melindungi kita ummat islam ini..amin

    Balas
  4. Mansur Hidayat

     /  26.03.2012

    beTuL jg,berarti cerita2 Legenda para bidadari dri khayangan itu beTul2 ada

    Balas
  5. suciptoardi

     /  25.04.2012

    Mantab neh tulisan, ane ijin copas ya…tq…

    Balas
  6. pencari7rahsia

     /  14.06.2012

    Dalam surah Al-Anbiya ayat 30
    30. Dan tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai bahawa sesungguhnya langit dan bumi itu pada asal mulanya bercantum (sebagai benda yang satu), lalu Kami pisahkan antara keduanya? Dan Kami jadikan dari air, tiap-tiap benda yang hidup? Maka mengapa mereka tidak mahu beriman?

    –> Ayat diatas cukup menarik bila difikirkan dengan teliti. Pertama ia menceritakan tentang process big bang. Big bang bukan process melibatkan penciptaan bumi sahaja tapi seluruh alam semesta ini. Pada ayat yang sama, ia menceritakan tentang tiap2 benda2 yang hidup diciptakan dari air. Biasanya kita beranggapan makhluk hidup yang tercipta dan memerlukan air hanya manusia, haiwan dan tumbuhan di bumi sahaja. Tapi ayat 30 surah Al-Anbiya’ di atas memberi maklumat bahawa makhluk hidup yang memerlukan air bukan hanya terdapat dibumi sahaja tapi seluruh alam semesta ini.Jika ayat 30 diatas menceritakan tentang proces penciptaan planet bumi dan benda hidup dijadikan dari air barulah kita boleh assume hanya planet bumi menampung makhluk hidup. Ini hanyalah sebahagian teori atau maklumat yang saya dapat dari ayat diatas. Teori lain saya simpan dulu.

    Sy tertarik dengan pendapat sdara yg mengatakan bahawa jin tidak memiliki bayang2. Adakah benar jin tidak miliki bayang2 atau ia hanya sangkaan kita? Sy akui bahawa jin adalah makhluk yg ghaib bagi kita. Kita tak nampak mereka tapi sebagai makhluk mereka tetap tertakluk dengan undang2 dan peraturan Allah. Allah mencipta langit dan bumi (termasuk malaikat, syaitan dan jin) dengan Al-Haq (Kebenaran, sunnatullah, equilibrium). Bila kita tak nampak bentuk jin yang sebenar ( biasanya kita cuma nampak jelmaan mereka saje) maka takleh sure bahawa mereka takde bayang-bayang. Mungkin pada alam mereka, masih terdapat sumber cahaya. Bagaimana mereka melihat? Dengan proces ajaib saje? Tidak. tapi tetap dengan undang2 peraturan langit dan bumi. Mungkin undang2 fizik di alam mereka berbeza dengan alam manusia tapi masih tetap ada hukum fiziknya (sunnatullah). Dari maklumat bersumberkan ustaz dan orang2 dulu2, dikatakan jin juga dilahirkan, merasa sakit, menjadi tua dan seterusnya mati. Bagi aku tak mustahil jin juga memiliki bayang2. Dimana sumber cahaya pada alam memancar pada sekeliling dan seterusnya sampai pada jasad mereka. Jasad jin yang boleh tua dan sakit sudah tentu juga mampu menerima atau memantulkan cahaya dan seterusnya menghasilkan bayang2. Mungkin sifat cahaya pada alam mereka berbeza dengan cahaya alam kita. Jelmaan jin yang biasa kita jumpa di dunia kita memanglah takde bayang2 tapi pada alam mereka mungkin tetap miliki bayang2. Ini pandangan aku yang mungkin benar atau salah. Kita sama2 mencari kebenaran…

    Macammanapaun sy bersetuju sangat2 bahawa makhluk berakal yang miliki jasad biologi (memerlukan air) juga terdapat di luar planet bumi.

    Balas
  7. edi

     /  23.06.2012

    jika ingin mengetahui keberadaan manusia diluar planet bumi silakan kunjungi kajian minardi mursid

    Balas
  8. pratamov

     /  25.06.2012

    berapa ratus hadits-kah anda hapal, apakah anda juga menghapal seluruh ayat al-quran?
    mohon jangan menafsirkan seenaknya
    di luar sana banyak ulama yang jauh lebih paham islam namun tidak ada yang menafsirkan seperti ini
    Allahualam

    Balas
    • Jack

       /  18.07.2012

      sayangnya Ulama dan Kiai tidak menggunakan Internet… >,<

      Balas
    • tidak ada gunanya hapal ratusan hadis juga ayat Al Quran kalau tidak dimengerti

      Balas
    • anaksudung

       /  09.11.2012

      (QS: Ar-Rahman: 33). Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan Kekuatan. 34. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

      To pramatov, anda bisa bayangkan tidak, ulama pada abad 10 atau ulama sebelum abad 20 itu menafsirkan ayat yang diatas bagaimana?
      apakah ayat yang diatas ditafsirkan sebagai hiasan alquran belaka, atau ditafsirkan bahwa manusia benar2 dapat terbang keangkasa.

      Terus bila ada orang yang menafsirkan kalau manusia benar2 bisa terbang keangkasa , dia anda sebut orang yang menafsirkan ayat alquran dengan seenak2nya.

      Dan bila ayat2 alquran itu benar2 terjadi, kita paling cuma mengucapkan Subhanallah.
      Sekali lagi saya saya tekankan “KITA PALING CUMA MENGUCAPKAN”.

      Kenapa bukan kita yang membuktikan, kenapa bukan kita umat muslim yang menemukan.
      Bukankah kita umat yang memegang bukti dan mukjizat terhebat didunia ini yang seharusnya meneliti dan membuktikan kalau ayat Allah itu benar.

      Seharusnya Rukun Iman kepada Alquran itu bukan cuma dihati dan dimulut.
      Tapi ditindakan dan intelegensi kita.

      Balas
  9. just visited

    Balas
  10. yg bayang2nya gimana tuh masbro dalam kosa kata bahasa arab
    apakah bayang2 yg dimaksud seperti kosa kata dalam bahasa indonesia
    yaitu wujud gelap yg dihasilkan oleh benda yg terkena cahaya sebahagian atau seluruhnya
    atau ada arti lain kagak
    oh iya btw bussway makasih udah ngejelasin dalam susunan kosa kata bahasa arab
    ambil jurusan sastra arab ya masbro?

    Balas
  11. rossila isa

     /  25.09.2012

    kenapa tidak ada? tak semestinya kita tak nampak ianya tidak ada, walaupun kita tak nampak malaikat dan jin, kita kena yakin akan keujudan mereka, kalau ada keujudan makhluk lain di planet2 yg. lain itu tak mustahil sama sekali, …kita kena yakin bahawa Allah berkuasa mencipta apa saja, itu adalah sebahagian dari iman, percaya kepada yg. ghaib. tak perlu nak dipersoalkan, sebagai hamba kita hanya perlu buat apa yg. disuruh dan menjauhi apa yg. dilarang, dan kita tak ada hak untuk mempersoalkan Tuan kita. Bayangkan sekiranya kita ada orang gaji yg. sering mempertikaikan perbuatan kita, apa kita akan buat padanya?

    Balas
  12. nggi

     /  11.10.2012

    artikel yang bagus
    izin cp ya

    Balas
  13. thevenomost

     /  28.10.2012

    kayaknya ga ada deh makhluk lain seperti manusia atau alien d luar bumi, kayaknya kajiannya kurang gmn gitu… Xixixixixixii… Cm jin dan malaikat yg bs mondar-mandir d luar bumi sampe k planet2, sedangkan manusia blm bs apapa, menjejakkan kaki ke bulan aja blm bs.

    Balas
  1. ALIEN, Semesta Alam dan Ayat-Ayat Al Qur’an ? « Kanzunqalam's Blog
  2. Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi « Kumpulan Misteri Dunia
  3. Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi « Mystery Blog
  4. AlQuran Mengakui Keberadaan UFO?Blog Quatox | Blog Quatox
  5. AlQuran Mengakui Keberadaan UFO?
  6. Cloneroom | The Classroom Online
  7. AlQuran Mengakui Keberadaan UFO? | Info Terbaru Juni 2012
  8. AlQuran Mengakui Keberadaan UFO? | AhsanaHendra
  9. AlQuran Mengakui Keberadaan UFO? | artikelmenarik.host56.com
  10. Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi | artikelmenarik.host56.com
  11. AlQuran Mengakui Keberadaan UFO? « Ryan Putra
  12. AlQuran Mengakui Keberadaan UFO? | software-bagus.com
  13. AlQuran Mengakui Keberadaan UFO? | famsislamic
  14. ALIEN, Semesta Alam dan Ayat-Ayat Al Qur’an ? « Al Magrub Blog Copasteu
  15. Alqur’an mengakui adanya UFO « hasnahumm
  16. Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi | gulirbawah

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: