Tentang Mandi Junub Dan Caranya

Oleh: Bpk. Yudi N. Ihsan.

Apabila kamu berjinabat karena mengeluarkan mani (1) atau bertemunya kedua persunatan (2) atau kamu hendak menghadiri shalat Jum’ah (3) atau kamu baru selesai dari Haid atau Nifas (4), maka hendaklah kamu mandi dan mulailah dengan membasuh (mencuci) kedua tanganmu dengan ikhlas niatmu karena Allah lalu basuhlah (cucilah) kemaluanmu dengan tangan kirimu dan gosoklah tanganmu dengan tanah atau apa yang menjadi gantinya lalu berwudlulah; kemudian ambillah air dan masukkanlah jari-jarimu pada pangkal rambut dengan sedikit wangi-wangian. Dan mulalilah dengan yang kanan, lalu tuangkan air ke atas kepalamu tiga kali, lalu ratakanlah atas badanmu semuanya, serta di gosok, kemudian basuhlah (cucilah) kedua kakimu dengan mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri, dan jangan berlebih-lebihan dalam menggunakan air (5).
Hadist ‘Aisyah r.a “Sesungguhnya Asma menanyakan kepada Nabi s.a.w. tentang mandinya orang haidl, maka bersabda Nabi s.a.w.: “Ambillah seorang dari kamu sekalian air dan daun bidara, lalu mandilah dengan sebaik- baiknya, lalu curahkan air lagi dari atas kepalanya dan gosok dengan sebaik-baiknya, sehingga sampai ke dasar kepalanya, lalu curahkan air lagi dari atasnya, kemudian ambil sepotong kapas (kain yang diberi minyak kesturi), lalu usaplah dengan kain itu…….dan seterusnya. (Diriwayatkan oleh Muslim)

Dalil-dalilnya

1. Orang yang Junub,

Dan jika kamu junub, maka bersucilah (mandi-lah) kamu (Q.S Al-Maidah ayat 6)
Hadits dari Ali r.a. berkata: “Adalah aku seorang yang sering mengeluarkan madzi, maka aku bertanya kepada Nabi s.a.w. maka jawabnya:”Keluar madzi harus wudlu, dan keluar mani harus mandi”. (Diriwayatkan oleh Ahmad, lbnu Majah dan Tirmidzi).
Hadits Ummi Salamah dalam Bukhari dan Muslim, berkata: “Hai Rasulullah s.a.w., sesungguhnya Allah tidak malu (sungkan) dari suatu kebenaran, apakah wajib mandi bagi wanita kalau bermimpi?”. Beliau menjawab: “Ya, kalau melihat, cairan”.

2. Telah bersetubuh

Hadits: “Apabila seseorang bersetubuh, maka wajiblah mandi”. (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan lain-lainnya dari Abu Hurairah).

3. Mau Sholat Jum’at

Hadits Ibnu ‘Umar pada riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila salah seorang dari kamu sekalian akan menghadiri shalat Jum’at, maka hendaklah mandi”

4. Habis masa Haidl atau nifas

Surat Baqarah ayat 222: Dan janganlah kamu mendekati Isteri (yang sedang haidl) sehigga bersuci, dan apabila sudah bersuci (mandi) dstnya…..
Hadist dari ‘Aisyah r.a. bahwa Fathimah binti Abi Hubaisy istihadlah, lalu menanyakan kepada Nabi s.a.w., lalu beliau bersabda: “Itulah darah penyakit, bukan haidl maka kalau kamu berhaidl maka tinggalkanlah shalat dan kalau sudah selesai maka mandilah, lalu shalatlah.” (Diriwayatkan oleh Bukhari)

5. Tata cara mandi:

Hadits ‘Aisyah r.a. menceritakan bahwa Nabi saw. apabila mandi karena junub, ia mulai membasuh kedua tangannya, kemudian menuangkan dengan tangan kanannya pada kirinya, lalu mencuci kemaluannya, lalu berwudlu sebagaimana beliau wudlu untuk shalat; kemudian mengambil air dan memasukkan jari-jarinya di pangkal rambutnya sehingga apabila ia merasa bahwa sudah merata, ia siramkan air untuk kepalanya tiga tuangan, lalu meratakan seluruh badannya; kemudian membasuh kedua kakinya. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: